Ini adalah film dokumenter mirip discovery channel yang kemaren diputer di kelas biologi gw... ceritanya adalah pembahasan mengenai beberapa orang yang berusaha melawan proses penuaan dengan cara mereka masing-masing, yakni: olahraga rutin, menyuntikkan hormon pertumbuhan, dan diet vegetarian.
Yang berolahraga rutin kelihatan masih muda, tapi sebenarnya tulang pinggulnya buatan, dan kulitnya sangat lambat kembali ke kondisi semula bila ditarik (kek dicubit gitu). Yang menyuntikkan hormon pertumbuhan beresiko terkena kanker yang cepat sekal berkembang, sementara yang diet berlebihan itu kekurangan kalsium dan berat badan.
Sampai pada akhirnya dinyatakan bahwa ilmuwan sekarang tahu bahwa yang menyebabkan penuaan adalah oksigen yang kita hirup itu. Beberapa ion oksigen yang menjadi radikal bebas menghancurkan sel-sel dalam tubuh kita.
Yang aneh... kalau semua orang sudah tahu bahwa ANTI-OKSIDAN itu membantu mencegah penuaan, kenapa mereka baru tahu bahwa OKSIGEN (OKSIDAN) yang menyebabkan penuaan? Ya ampun...
Jumat, 16 November 2007
Senin, 12 November 2007
Cahaya - Pacaran itu apa ya?
Saat diberitahu tentang blog yang saya buat ini, teman saya mengusulkan agar saya menonton sinetron Indonesia dan menjadikannya sumber inspirasi blog ini. Karenanya, kemarin sewaktu saya pergi refleksi kaki di daerah Muara Karang saya menonton sinetron berjudul Cahaya untuk menghabiskan waktu.
Satu komentar: suaranya Letto khas banget yah. Sekali denger soundtracknya saya langsung tahu loh itu yang nyanyi Letto, padahal saya jarang denger lagu Letto. Cuma tau yang Penjaga Hati dan Ruang Rindu. Hahah.
Okeh, lanjut ke ceritanya. Karena cuma nonton satu episode, jangan nge-expect saya tahu jalan cerita persisnya sinetron ini. Yang saya tahu, ada satu cewek namanya Cahaya, yang kerja sebagai pembantu. Majikannya namanya Talitha dan Erwin. Katanya sih Talitha itu egois, tapi akhirnya dia dewasa. Erwin suka sama cewek bar dan nggak disetujui. Nenek Cahaya napsu menyomblangi cucunya itu sama cowok yang namanya Raka. Bapaknya Cahaya dikejar-kejar preman judi en preman germo yang mo ngerebut balik si Cahaya yang katanya dah dibeli ma dia. Waw.
Pertanyaan... mungkin memang aneh buat saya yang cuma nonton satu episode doang tapi ngga aneh buat yang dah nonton dari awal. Kalo memang si Cahaya itu miskin sampe mesti kerja jadi pembantu en bapaknya sampe harus ngutang sana ngutang sini, gmana caranya dia kuliah? Waw...
Yang kedua, begitu saya mulai nonton, si Raka dengan santainya berkata "Gua nggak mau tahu yang jelas mulai sekarang lu pacar gw". Perubahan suara menandakan bahwa Cahaya sedang bicara dalam hati dan dia berkata "Akhirnya aku pacaran sama Raka".
Besoknya, saat melihat Talitha menangis karena dia tidak bisa mendapatkan Raka, Cahaya datang da berkata bahwa "Saya akan menyudahi pacaran saya dengan Raka meskipun saya tidak tahu pacaran itu apa".
Loh, kalo ngga tahu, kenapa bisa komentar kaya gitu???
Sepertinya dunia sinetron sekarang bikin skriptnya nggak pake mikir dulu...
Satu komentar: suaranya Letto khas banget yah. Sekali denger soundtracknya saya langsung tahu loh itu yang nyanyi Letto, padahal saya jarang denger lagu Letto. Cuma tau yang Penjaga Hati dan Ruang Rindu. Hahah.
Okeh, lanjut ke ceritanya. Karena cuma nonton satu episode, jangan nge-expect saya tahu jalan cerita persisnya sinetron ini. Yang saya tahu, ada satu cewek namanya Cahaya, yang kerja sebagai pembantu. Majikannya namanya Talitha dan Erwin. Katanya sih Talitha itu egois, tapi akhirnya dia dewasa. Erwin suka sama cewek bar dan nggak disetujui. Nenek Cahaya napsu menyomblangi cucunya itu sama cowok yang namanya Raka. Bapaknya Cahaya dikejar-kejar preman judi en preman germo yang mo ngerebut balik si Cahaya yang katanya dah dibeli ma dia. Waw.
Pertanyaan... mungkin memang aneh buat saya yang cuma nonton satu episode doang tapi ngga aneh buat yang dah nonton dari awal. Kalo memang si Cahaya itu miskin sampe mesti kerja jadi pembantu en bapaknya sampe harus ngutang sana ngutang sini, gmana caranya dia kuliah? Waw...
Yang kedua, begitu saya mulai nonton, si Raka dengan santainya berkata "Gua nggak mau tahu yang jelas mulai sekarang lu pacar gw". Perubahan suara menandakan bahwa Cahaya sedang bicara dalam hati dan dia berkata "Akhirnya aku pacaran sama Raka".
Besoknya, saat melihat Talitha menangis karena dia tidak bisa mendapatkan Raka, Cahaya datang da berkata bahwa "Saya akan menyudahi pacaran saya dengan Raka meskipun saya tidak tahu pacaran itu apa".
Loh, kalo ngga tahu, kenapa bisa komentar kaya gitu???
Sepertinya dunia sinetron sekarang bikin skriptnya nggak pake mikir dulu...
Senin, 05 November 2007
Black Jack: Karte Kuma
Hm, entah mengapa Black Jack mendapat 2 posting sekaligus padahal blog ini baru dibuat. Mungkin memang banyak hal mustahil yang terjadi dalam anime ini, tapi tidak bisa saya list semuanya.
Orang-orang yang menonton Black Jack mungkin akan bertanya mengapa judul Karte ini Kuma, bukan nama gadis yang dioperasi. Kalau mau jujur, saya lupa nama perempuan itu... untuk sinopsis anime ini, silakan lihat post Black Jack: Karte Sharaku. Karena ceritanya tidak berhubungan satu sama lain, saya tidak merasa perlu memberitahukan ini episode ke berapa.
Yang tidak masuk akal dari episode kali ini adalah keinginan gadis yang terserang kanker ini. Saat ditanyai apa yang dia inginkan oleh orang tuanya, dengan santai ia menjawab ia ingin menikah. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya menikah sekali sebelum ia meninggal.
Ia mengatakan bahwa ia akan menikah dengan orang pertama yang berjalan masuk ke dalam kamarnya (ya, tentu saja laki-laki). Karena kebingungan orang tuanya meminta bantuan seseorang yang sudah mengenal gadis ini (sepertinya namanya Michiru... saya tiba-tiba teringat, jadi mari kita panggil gadis ini Michiru ketimbang gadis) sejak kecil.
Saat seseorang ini (Kuma) hendak berjalan masuk ke kamarnya, Black Jack mendahuluinya. Ia diminta oleh dokter kepala rumah sakit tersebut untuk menangani kasus ini. Michiru (saya yakin sekali ia melihat tampang Black Jack dulu) akhirnya ngotot untuk menikahinya.
Yang tidak masuk akal adalah di bagian ini. Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia sudah kakek-kakek? Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia berwajah jelek? Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia masih anak kecil? Banyak pertanyaan tentang "apakah ia akan tetap menikah" muncul dalam benak saya.
Yang aneh juga, ia mengancam tidak akan melakukan operasi bila ia tidak diijinkan untuk menikah dengan Black Jack. Lho? Memangnya kalau dia tidak dinikahi dan tidak dioperasi, siapa yang rugi? Dia sendiri dan tentu saja orang tuanya. Black Jack tidak akan rugi sama sekali (mungkin kecuali ia kehilangan uang bayaran yang gila-gilaan). Egois sekali.
Orang tuanya akhirnya membujuk Black Jack agar mau menikah dengannya. Black Jack sudah menyatakan bahwa ia hanya akan berpura-pura agar Michiru mau melakukan operasi. Setelah operasi sukses, Michiru malah bersikeras tetap ingin menjadi istri Black Jack.
Tentunya ia dimarahi Black Jack yang mengatakan bahwa ia egois, tidak tahu diuntung dan terlalu cepat menyerah.
Hm... apa yang tidak masuk akal dari episode ini? Tentu saja 'the whole marriage incident'. Mana ada orang yang mau dioperasi minta nikah dulu... udah keburu lewat kaleeee....
Orang-orang yang menonton Black Jack mungkin akan bertanya mengapa judul Karte ini Kuma, bukan nama gadis yang dioperasi. Kalau mau jujur, saya lupa nama perempuan itu... untuk sinopsis anime ini, silakan lihat post Black Jack: Karte Sharaku. Karena ceritanya tidak berhubungan satu sama lain, saya tidak merasa perlu memberitahukan ini episode ke berapa.
Yang tidak masuk akal dari episode kali ini adalah keinginan gadis yang terserang kanker ini. Saat ditanyai apa yang dia inginkan oleh orang tuanya, dengan santai ia menjawab ia ingin menikah. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya menikah sekali sebelum ia meninggal.
Ia mengatakan bahwa ia akan menikah dengan orang pertama yang berjalan masuk ke dalam kamarnya (ya, tentu saja laki-laki). Karena kebingungan orang tuanya meminta bantuan seseorang yang sudah mengenal gadis ini (sepertinya namanya Michiru... saya tiba-tiba teringat, jadi mari kita panggil gadis ini Michiru ketimbang gadis) sejak kecil.
Saat seseorang ini (Kuma) hendak berjalan masuk ke kamarnya, Black Jack mendahuluinya. Ia diminta oleh dokter kepala rumah sakit tersebut untuk menangani kasus ini. Michiru (saya yakin sekali ia melihat tampang Black Jack dulu) akhirnya ngotot untuk menikahinya.
Yang tidak masuk akal adalah di bagian ini. Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia sudah kakek-kakek? Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia berwajah jelek? Apakah ia akan tetap menikahi orang itu bila ia masih anak kecil? Banyak pertanyaan tentang "apakah ia akan tetap menikah" muncul dalam benak saya.
Yang aneh juga, ia mengancam tidak akan melakukan operasi bila ia tidak diijinkan untuk menikah dengan Black Jack. Lho? Memangnya kalau dia tidak dinikahi dan tidak dioperasi, siapa yang rugi? Dia sendiri dan tentu saja orang tuanya. Black Jack tidak akan rugi sama sekali (mungkin kecuali ia kehilangan uang bayaran yang gila-gilaan). Egois sekali.
Orang tuanya akhirnya membujuk Black Jack agar mau menikah dengannya. Black Jack sudah menyatakan bahwa ia hanya akan berpura-pura agar Michiru mau melakukan operasi. Setelah operasi sukses, Michiru malah bersikeras tetap ingin menjadi istri Black Jack.
Tentunya ia dimarahi Black Jack yang mengatakan bahwa ia egois, tidak tahu diuntung dan terlalu cepat menyerah.
Hm... apa yang tidak masuk akal dari episode ini? Tentu saja 'the whole marriage incident'. Mana ada orang yang mau dioperasi minta nikah dulu... udah keburu lewat kaleeee....
Jumat, 02 November 2007
BBB - Bukan Bintang Biasa
Mungkin orang-orang yang mengikuti tribute ini dari awal menganggap saya seseorang yang terlalu kejam dalam mengomentari film dan lain sebagainya, tapi percayalah, bila mereka tidak melanggar hukum alam atau akal sehat, tidak akan dimasukkan ke sini. Tempat ini khusus bagi mereka yang tidak masuk akal... dan saya menduga mungkin akan dipenuhi film Indonesia bila saya nonton film Indonesia. Untungnya saya tidak sering nonton film Indonesia...
Oke, sekarang ke reviewnya.
BBB adalah cerita tentang 5 orang mahasiswa di "Jakarta School of Performance Arts" yang sampai sekarang masih diperdebatkan apakah itu benar-benar seperti itu atau bodohnya translator mereka saja, sampai-sampai Performing Arts menjadi Performance Arts.
5 orang tersebut adalah: Chelsea yang kaya nenek2 (loh, dia 'kan pikun, bener dong kalo saya bilang kaya nenek2), Raffi yang rada gombal (waw, omongannya hampir semuanya gombal. Kalo dia temen saya sudah saya gampar dari tahun kapan), Dimas yang sok keren (bisa main biola, say?), Bella yang "katanya" populer (tapi dia cuma dikasih lihat dikagumi oleh seorang cowok agak nerdy yang namanya saya lupa) dan Ayushita yang digambarkan realistis (ah tapi ujung-ujungnya ketepu juga ma si Raffi yang gombal).
Raffi juga bekerja sebagai penyiar radio BBB dan Chelsea sebagai penulis skriptnya. Bella adalah wakil ketua Raffi. Dimas naksir sama Chelsea pada pandangan pertama (entah mengapa di film ini Chelsea kelihatan seperti Leoni, tapi saya ngga suka 2-2nya sih).
Cerita ini menggambarkan banyak permasalahan di antara mereka, meskipun akhirnya berhasil diselesaikan dan mereka akhirnya melakukan performa dengan membawakan lagu BBB - Bukan Bintang Biasa, yang cuplikan liriknya akan kita bahas di akhir posting ini.
Sama seperti Mengejar Matahari, ada beberapa (banyak sih sebenarnya) hal yang tidak masuk akal di film ini.
Pertama, pada awal cerita ini diperlihatkan Raffi dan Bella yang sedang berciuman di dalam mobil mereka di tepi jalan pada saat hujan turun. Mereka didatangi polisi karena diam di situ untuk waktu yang lama (kebetulan saja polisinya datang?) dan mereka malah diperlakukan seperti seseorang yang telah melakukan pelanggaran besar (padaha mereka 'kan cuma ngetem. Bus juga banyak yang ngetem di pinggir jalan). Raffi menertawakan Bella saat ia tersiram air becek karena ada mobil yang melaju kencang di sebelahnya, dan esok harinya ia langsung putus dengan Raffi.
Waw. Benar-benar menggambarkan hubungan "cewek populer" dengan "cowok populer". Cuma diketawain doang trus putus? Emangnya dari kecil ngga pernah diketawain orang ya, Mbak? Sekalipun nggak? Wah, berarti kamu jarang ketemu orang lain yah. Atau malah kamu ngga punya temen?
Saya nggak akan membahas kepikunan Chelsea lebih jauh sebagai hal yang tidak masuk akal karena pada saat ini saya sedang mengalami hal yang serupa (mudah sekali lupa).
Tapi ada yang tidak masuk akal dari kepikunan Chelsea ini. Seberapapun pelupanya saya, saya tidak akan lupa apakah saya berpacaran dengan orang lain atau tidak. Saat Raffi ingin membuat Bella "jealous", dia mengaku pacar Chelsea, dan Chelsea malah bertanya "Memangnya kita pacaran ya?"
Bo, lu tuh pikun, amnesia, atau autis??? Kayanya ngga ada deh orang yang pikunnya separah itu. Oh. Ato si Chelsea tu sebenernya dah kena Alzheimer. Itu satu penjelasan yang gw terima banget.
Berikutnya, diceritakan bahwa Dimas mengatakan bahwa orang tua Raffi adalah "mami" dan "papi" dia. Saat Chelsea kebetulan bertemu mereka lagi, ibu Raffi mengatakan bahwa anaknya Raffi, bukan Dimas. Chelsea langsung marah pada Dimas (kenapa lagi ni anak. PMS kecepetan ya?) dan malah menuduh Dimas pengecut karena berbohong padahal Dimas mengatakan bahwa "Gw ngga bilang mereka ortu gw. Gw bilang mereka mami dan papi gw. Bener 'kan? Gw 'kan manggil mereka mami dan papi."
Itu namanya bukan bohong, say, tapi memutarbalikkan kenyataan, yang notabene sering gw lakukan juga.
Yang juga nggak masuk akal, saat si Dimas datang untuk meminta maaf pada Chelsea, ia memainkan biolanya di tengah hujan. Pada adegan ini, saya nyaris tertawa lepas karena merasa geli. Sebagai seseorang yang pernah 3-4 bulan belajar biola, saya merasa sangat amat direndahkan. Dia itu sebelum shooting film ini ngga diajarin cara mainnya ya? Jangan-jangan cara megangnya aja nggak dikasi tau.
Sekarang ini dah ngga jaman lagi yang namany lip-sync. Di backgroundnya mengalun lagu yang indah, tetapi kalau anda juga bisa bermain biola dan anda memperhatikan jarinya, anda akan melihat bahwa saat lagunya memperdengarkan 4 nada berbeda, ia hanya sekali menggesek ke bawah tanpa melakukan pemindahan jari yang berarti ia hanya memainkan 1 nada. Malahan waktu lagunya memperdengarkan 1 nada, ia menggesek 3 KALI! Ketahuan deh...
Yang paling aneh adalah bagian di mana Bella marah pada Ayu karena dekat-dekat dengan Raffi. Bella marah-marah karena merasa dikhianati, lalu saat diomeli oleh Raffi yang mengatakan bahwa Bella "tidak mau melihat orang lain bahagia" ia malah tertawa dan mengatakan bahwa ia mendukung Ayu dengan sepenuh hati.
Waw, ternyata cewek populer juga bipolar.
Yang masuk akal tapi menggelikan dari cerita ini adalah pentas mereka yang terakhir. Memang sih katanya drama anak-anak, tapi yang nonton ngga ada anak-anaknya, dan kostumnya itu loh... aduh... serta kostum saat mereka menyanyi... benar-benar menyedihkan. Katanya biaya buat bikin poster segede gajah itu besar banget. Kenapa ngga diambil sedikit trus bo ya dikasih ke perancang atau penjahit gitu buat bikinin baju yang bagusan. Menyedihkan sekali.
Dan sekarang kita akan membahas lirik lagu yang menjadi permasalahan. Buat orang-orang yang nggak mempedulikan bahasa Inggris, mungkin lagu ini terkesan "keren" karena memakai bahasa Inggris juga, tapi buat orang yang bisa bahasa Inggris, mereka akan mati tertawa karena geli.
And when you keep on believing
Thousand ones can be sees by running
The miracles can do things though can’t do
(chorus BBB - Bukan Bintang Biasa)
Nah, kalimat pertama masih bener tuh. Kalimat ke2 mulai ngaco. Ini emangnya yang nge-translate tu anak TK? Harusnya mereka tahu dong kalau dalam kalimat pasif, kata kerja harus menggunakan past participle (seen bukan sees). Dan bagian terakhir, "though can't do", itu sangat amat aneh.
Bila diartikan, akan menjadi seperti: "Dan jika kamu terus percaya, ribuan (ones itu merujuk pada suatu benda, tapi saya ngga yakin dia merujuk pada apa. Mungkin bintang, jadi mari kita asumsikan itu adalah bintang) bintang bisa dilihat dengan berlari (loh emangnya kalo ngga lari ngga bisa lihat?). Keajaiban bisa melakukan hal-hal (namanya juga keajaiban... bodohnya...) meskipun tidak bisa melakukannya."
Haha... bisa melakukan meskipun tidak bisa. Ada yang tau yang namanya kontradiksi???
Oke, sekarang ke reviewnya.
BBB adalah cerita tentang 5 orang mahasiswa di "Jakarta School of Performance Arts" yang sampai sekarang masih diperdebatkan apakah itu benar-benar seperti itu atau bodohnya translator mereka saja, sampai-sampai Performing Arts menjadi Performance Arts.
5 orang tersebut adalah: Chelsea yang kaya nenek2 (loh, dia 'kan pikun, bener dong kalo saya bilang kaya nenek2), Raffi yang rada gombal (waw, omongannya hampir semuanya gombal. Kalo dia temen saya sudah saya gampar dari tahun kapan), Dimas yang sok keren (bisa main biola, say?), Bella yang "katanya" populer (tapi dia cuma dikasih lihat dikagumi oleh seorang cowok agak nerdy yang namanya saya lupa) dan Ayushita yang digambarkan realistis (ah tapi ujung-ujungnya ketepu juga ma si Raffi yang gombal).
Raffi juga bekerja sebagai penyiar radio BBB dan Chelsea sebagai penulis skriptnya. Bella adalah wakil ketua Raffi. Dimas naksir sama Chelsea pada pandangan pertama (entah mengapa di film ini Chelsea kelihatan seperti Leoni, tapi saya ngga suka 2-2nya sih).
Cerita ini menggambarkan banyak permasalahan di antara mereka, meskipun akhirnya berhasil diselesaikan dan mereka akhirnya melakukan performa dengan membawakan lagu BBB - Bukan Bintang Biasa, yang cuplikan liriknya akan kita bahas di akhir posting ini.
Sama seperti Mengejar Matahari, ada beberapa (banyak sih sebenarnya) hal yang tidak masuk akal di film ini.
Pertama, pada awal cerita ini diperlihatkan Raffi dan Bella yang sedang berciuman di dalam mobil mereka di tepi jalan pada saat hujan turun. Mereka didatangi polisi karena diam di situ untuk waktu yang lama (kebetulan saja polisinya datang?) dan mereka malah diperlakukan seperti seseorang yang telah melakukan pelanggaran besar (padaha mereka 'kan cuma ngetem. Bus juga banyak yang ngetem di pinggir jalan). Raffi menertawakan Bella saat ia tersiram air becek karena ada mobil yang melaju kencang di sebelahnya, dan esok harinya ia langsung putus dengan Raffi.
Waw. Benar-benar menggambarkan hubungan "cewek populer" dengan "cowok populer". Cuma diketawain doang trus putus? Emangnya dari kecil ngga pernah diketawain orang ya, Mbak? Sekalipun nggak? Wah, berarti kamu jarang ketemu orang lain yah. Atau malah kamu ngga punya temen?
Saya nggak akan membahas kepikunan Chelsea lebih jauh sebagai hal yang tidak masuk akal karena pada saat ini saya sedang mengalami hal yang serupa (mudah sekali lupa).
Tapi ada yang tidak masuk akal dari kepikunan Chelsea ini. Seberapapun pelupanya saya, saya tidak akan lupa apakah saya berpacaran dengan orang lain atau tidak. Saat Raffi ingin membuat Bella "jealous", dia mengaku pacar Chelsea, dan Chelsea malah bertanya "Memangnya kita pacaran ya?"
Bo, lu tuh pikun, amnesia, atau autis??? Kayanya ngga ada deh orang yang pikunnya separah itu. Oh. Ato si Chelsea tu sebenernya dah kena Alzheimer. Itu satu penjelasan yang gw terima banget.
Berikutnya, diceritakan bahwa Dimas mengatakan bahwa orang tua Raffi adalah "mami" dan "papi" dia. Saat Chelsea kebetulan bertemu mereka lagi, ibu Raffi mengatakan bahwa anaknya Raffi, bukan Dimas. Chelsea langsung marah pada Dimas (kenapa lagi ni anak. PMS kecepetan ya?) dan malah menuduh Dimas pengecut karena berbohong padahal Dimas mengatakan bahwa "Gw ngga bilang mereka ortu gw. Gw bilang mereka mami dan papi gw. Bener 'kan? Gw 'kan manggil mereka mami dan papi."
Itu namanya bukan bohong, say, tapi memutarbalikkan kenyataan, yang notabene sering gw lakukan juga.
Yang juga nggak masuk akal, saat si Dimas datang untuk meminta maaf pada Chelsea, ia memainkan biolanya di tengah hujan. Pada adegan ini, saya nyaris tertawa lepas karena merasa geli. Sebagai seseorang yang pernah 3-4 bulan belajar biola, saya merasa sangat amat direndahkan. Dia itu sebelum shooting film ini ngga diajarin cara mainnya ya? Jangan-jangan cara megangnya aja nggak dikasi tau.
Sekarang ini dah ngga jaman lagi yang namany lip-sync. Di backgroundnya mengalun lagu yang indah, tetapi kalau anda juga bisa bermain biola dan anda memperhatikan jarinya, anda akan melihat bahwa saat lagunya memperdengarkan 4 nada berbeda, ia hanya sekali menggesek ke bawah tanpa melakukan pemindahan jari yang berarti ia hanya memainkan 1 nada. Malahan waktu lagunya memperdengarkan 1 nada, ia menggesek 3 KALI! Ketahuan deh...
Yang paling aneh adalah bagian di mana Bella marah pada Ayu karena dekat-dekat dengan Raffi. Bella marah-marah karena merasa dikhianati, lalu saat diomeli oleh Raffi yang mengatakan bahwa Bella "tidak mau melihat orang lain bahagia" ia malah tertawa dan mengatakan bahwa ia mendukung Ayu dengan sepenuh hati.
Waw, ternyata cewek populer juga bipolar.
Yang masuk akal tapi menggelikan dari cerita ini adalah pentas mereka yang terakhir. Memang sih katanya drama anak-anak, tapi yang nonton ngga ada anak-anaknya, dan kostumnya itu loh... aduh... serta kostum saat mereka menyanyi... benar-benar menyedihkan. Katanya biaya buat bikin poster segede gajah itu besar banget. Kenapa ngga diambil sedikit trus bo ya dikasih ke perancang atau penjahit gitu buat bikinin baju yang bagusan. Menyedihkan sekali.
Dan sekarang kita akan membahas lirik lagu yang menjadi permasalahan. Buat orang-orang yang nggak mempedulikan bahasa Inggris, mungkin lagu ini terkesan "keren" karena memakai bahasa Inggris juga, tapi buat orang yang bisa bahasa Inggris, mereka akan mati tertawa karena geli.
And when you keep on believing
Thousand ones can be sees by running
The miracles can do things though can’t do
(chorus BBB - Bukan Bintang Biasa)
Nah, kalimat pertama masih bener tuh. Kalimat ke2 mulai ngaco. Ini emangnya yang nge-translate tu anak TK? Harusnya mereka tahu dong kalau dalam kalimat pasif, kata kerja harus menggunakan past participle (seen bukan sees). Dan bagian terakhir, "though can't do", itu sangat amat aneh.
Bila diartikan, akan menjadi seperti: "Dan jika kamu terus percaya, ribuan (ones itu merujuk pada suatu benda, tapi saya ngga yakin dia merujuk pada apa. Mungkin bintang, jadi mari kita asumsikan itu adalah bintang) bintang bisa dilihat dengan berlari (loh emangnya kalo ngga lari ngga bisa lihat?). Keajaiban bisa melakukan hal-hal (namanya juga keajaiban... bodohnya...) meskipun tidak bisa melakukannya."
Haha... bisa melakukan meskipun tidak bisa. Ada yang tau yang namanya kontradiksi???
Mengejar Matahari
Mengejar Matahari adalah film kisah persahabatan 4 orang laki-laki yang telah berteman sejak mereka kecil karena mereka sama-sama tinggal di daerah rusun Kebon Kacang, Tanah Abang. Mereka adalah Ardi, anak seorang polisi, Damar, anak yang suka berkelahi, Apin, anak yang terobsesi menjadi sutradara (seperti iklan rokok itu) dan Nino yang paling dewasa dan anak orang kaya.
Cerita ini dimulai ketika mereka masih kecil. Mereka melihat seorang berandalan di daerah itu, bernama Obet (jelek amat) membunuh seseorang dan melaporkannya ke polisi. Karena hal tersebut, Obet menjadi dendam terhadap mereka ber4 dan membunuh Apin. Karena marah, Damar menghabiskan semua uang tabungannya untuk membeli pistol dan balas membunuh Obet. Akhirnya ia dipenjara dan Ardi masuk ke sekolah polisi. Setelah Ardi kembali, Nino justru akan pergi kuliah di Amerika. Cerita ini berakhir saat Nino dan Ardi kembali berlari mengelilingi kompleks rusun mereka, melakukan suatu permainan yang mereka sebut "Mengejar Matahari".
Di cerita ini ada banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal, dan akan saya jelaskan satu per satu.
Di film ini diceritakan bahwa Ardi jatuh hati pada saudara jauh Apin yang yatim piatu dan tinggal sendirian. Banyak sekali adegan mereka bersama-sama, dan ada satu adegan di mana Damar berdekatan dengan gadis bernama Rara itu.
Tiba-tiba, Damar melihat Ardi bermesraan dengan Rara dan bertengkar dengan Ardi. Karena hal itu persahabatan mereka hancur. Hal yang aneh adalah hubungan Damar dengan Rara yang sangat amat tidak jelas karena tidak digambarkan sejak awal. Tiba-tiba saja ia juga jatuh hati pada Rara. Tentu saja hal ini terkesan dipaksakan demi kehancuran persahabatan mereka ber4.
Yang kedua, ke4 sahabat ini bertemu dengan Obet yang telah keluar dari penjara dan diserang olehnya. Tentu saja mereka balas melawan. Setelah selesai berkelahi, Ardi mengunjungi Rara dan Rara merawat luka memarnya. Rara meminta agar Ardi tidak berkelahi dengan Obet lagi, dan saat Ardi mengatakan hal tersebut tidak mungkin, Rara malah memaksa Ardi berjanji untuk tidak berkelahi dengan Obet lagi sambil mengatakan "Kenapa tidak mungkin? Kamunya yang tidak berusaha kali." Ia juga mengatakan "Aku tidak mau melihat kamu seperti ini lagi."
Hello, hello... di mana logikamu, manis? Ardi DISERANG oleh Obet, bukan MENGAJAK BERANTEM Obet. Bila ia tidak balas melawan saat diserang oleh Obet, bukankah keadaan ia akan LEBIH PARAH daripada itu?
Yang ketiga adalah yang paling aneh. Di sepertiga akhir cerita, diceritakan bahwa Obet membunuh Apin yang sedang berjalan sendirian di malam hari. Beberapa hari berlalu (mereka sempat berkabung untuk Apin dan bapak Ardi sempat memberikan handycam Apin padanya) tetapi polisi TIDAK MENANGKAP Obet karena telah membunuh Apin padahal mereka ber3 tahun betul yang membunuhnya adalah Obet.
Karena marah, Ardi melanggar janjinya dengan Rara dan berkelahi dengan Obet lagi bersama dengan Nino. Damar yang marah membeli pistol (seperti telah disebutkan di atas) dan melakukan headshot terhadap Obet (benar-benar mengenai kepalanya). Ia lalu berlari pulang ke rumahnya, dan langsung disusul oleh Ardi dan Nino.
Nah, di sini belum terdengar aneh. Coba dengarkan sisa kisahnya.
Damar berlari diikuti Ardi dan Nino. Ia tiba di rumahnya dan berlari masuk ke kamarnya. Ia sempat stress karena ia telah membunuh orang. Tiba-tiba scene berganti dan menunjukkan bahwa POLISI SUDAH TIBA dan orang-orang banyak berkumpul di dekat rumahnya untuk melihat Damar digiring oleh polisi padahal ARDI DAN NINO BELUM JUGA TIBA.
Waw. Hanya ada 3 penjelasan: 1) polisinya dendam pada Damar sehingga mereka sudah stand-by untuk menangkap Damar padahal TIDAK ADA YANG MEMBERITAHU MEREKA BAHWA DAMAR MEMBUNUH! 2) Ardi dan Nino masih terbengong selama satu jam setelah Damar membunuh Obet dan berlari pulang, dan 3) Ardi dan Nino mampir dulu ke Pasar Tanah Abang untuk belanja baju. Your choice...
Cerita ini dimulai ketika mereka masih kecil. Mereka melihat seorang berandalan di daerah itu, bernama Obet (jelek amat) membunuh seseorang dan melaporkannya ke polisi. Karena hal tersebut, Obet menjadi dendam terhadap mereka ber4 dan membunuh Apin. Karena marah, Damar menghabiskan semua uang tabungannya untuk membeli pistol dan balas membunuh Obet. Akhirnya ia dipenjara dan Ardi masuk ke sekolah polisi. Setelah Ardi kembali, Nino justru akan pergi kuliah di Amerika. Cerita ini berakhir saat Nino dan Ardi kembali berlari mengelilingi kompleks rusun mereka, melakukan suatu permainan yang mereka sebut "Mengejar Matahari".
Di cerita ini ada banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal, dan akan saya jelaskan satu per satu.
Di film ini diceritakan bahwa Ardi jatuh hati pada saudara jauh Apin yang yatim piatu dan tinggal sendirian. Banyak sekali adegan mereka bersama-sama, dan ada satu adegan di mana Damar berdekatan dengan gadis bernama Rara itu.
Tiba-tiba, Damar melihat Ardi bermesraan dengan Rara dan bertengkar dengan Ardi. Karena hal itu persahabatan mereka hancur. Hal yang aneh adalah hubungan Damar dengan Rara yang sangat amat tidak jelas karena tidak digambarkan sejak awal. Tiba-tiba saja ia juga jatuh hati pada Rara. Tentu saja hal ini terkesan dipaksakan demi kehancuran persahabatan mereka ber4.
Yang kedua, ke4 sahabat ini bertemu dengan Obet yang telah keluar dari penjara dan diserang olehnya. Tentu saja mereka balas melawan. Setelah selesai berkelahi, Ardi mengunjungi Rara dan Rara merawat luka memarnya. Rara meminta agar Ardi tidak berkelahi dengan Obet lagi, dan saat Ardi mengatakan hal tersebut tidak mungkin, Rara malah memaksa Ardi berjanji untuk tidak berkelahi dengan Obet lagi sambil mengatakan "Kenapa tidak mungkin? Kamunya yang tidak berusaha kali." Ia juga mengatakan "Aku tidak mau melihat kamu seperti ini lagi."
Hello, hello... di mana logikamu, manis? Ardi DISERANG oleh Obet, bukan MENGAJAK BERANTEM Obet. Bila ia tidak balas melawan saat diserang oleh Obet, bukankah keadaan ia akan LEBIH PARAH daripada itu?
Yang ketiga adalah yang paling aneh. Di sepertiga akhir cerita, diceritakan bahwa Obet membunuh Apin yang sedang berjalan sendirian di malam hari. Beberapa hari berlalu (mereka sempat berkabung untuk Apin dan bapak Ardi sempat memberikan handycam Apin padanya) tetapi polisi TIDAK MENANGKAP Obet karena telah membunuh Apin padahal mereka ber3 tahun betul yang membunuhnya adalah Obet.
Karena marah, Ardi melanggar janjinya dengan Rara dan berkelahi dengan Obet lagi bersama dengan Nino. Damar yang marah membeli pistol (seperti telah disebutkan di atas) dan melakukan headshot terhadap Obet (benar-benar mengenai kepalanya). Ia lalu berlari pulang ke rumahnya, dan langsung disusul oleh Ardi dan Nino.
Nah, di sini belum terdengar aneh. Coba dengarkan sisa kisahnya.
Damar berlari diikuti Ardi dan Nino. Ia tiba di rumahnya dan berlari masuk ke kamarnya. Ia sempat stress karena ia telah membunuh orang. Tiba-tiba scene berganti dan menunjukkan bahwa POLISI SUDAH TIBA dan orang-orang banyak berkumpul di dekat rumahnya untuk melihat Damar digiring oleh polisi padahal ARDI DAN NINO BELUM JUGA TIBA.
Waw. Hanya ada 3 penjelasan: 1) polisinya dendam pada Damar sehingga mereka sudah stand-by untuk menangkap Damar padahal TIDAK ADA YANG MEMBERITAHU MEREKA BAHWA DAMAR MEMBUNUH! 2) Ardi dan Nino masih terbengong selama satu jam setelah Damar membunuh Obet dan berlari pulang, dan 3) Ardi dan Nino mampir dulu ke Pasar Tanah Abang untuk belanja baju. Your choice...
Biarkan Bintang Menari - Kotak Pos
Biarkan Bintang Menari adalah film tentang seorang gadis desa yang bermimpi ingin menjadi seorang putri. Ia mempunyai teman bernama Geri yang pindah ke Jakarta bersama ayahnya. Saat ia menyusul ke Jakarta, Geri telah menjadi seorang berandalan dan tidak mau mengakuinya (sayangnya karena VCD filmnya hilang, saya tidak sempat selesai menonton film ini).
Sebenarnya dalam film ini banyak kejadian aneh, tapi karena film ini tidak jauh dari sinetron, mari kita anggap itu sebagai "kehebatan sinetron" dan kita tidak acuhkan untuk sementara.
Mengapa posting ini diberi judul Kotak Pos adalah karena fokus utama kita kali ini adalah kotak pos. Bila Anda pernah menonton film ini, Anda tentu tahu bahwa sang gadis yang bermimpi ingin jadi putri MEMBAWA SERTA KOTAK POS DARI RUMAHNYA DI DESA.
Waw, lalu bagaimana ibunya menerima surat kalau kotak posnya diselundupkan ke Jakarta seperti itu? Dan juga, saya baru tahu ada orang yang pindah rumah sambil membawa kotak posnya. Apakah semua orang membobol temboknya untuk mengambil kotak pos dan membawanya serta ke rumah barunya?
Memangnya di tempat kosnya tidak ada kotak surat? Siapa sih yang mau repot-repot naik tangga ke depan pintu kamarnya hanya untuk menaruh surat di kotak pos aneh berwarna kuning itu??? Tentunya hanya Geri itu...
Sinetron... sinetron...
Sebenarnya dalam film ini banyak kejadian aneh, tapi karena film ini tidak jauh dari sinetron, mari kita anggap itu sebagai "kehebatan sinetron" dan kita tidak acuhkan untuk sementara.
Mengapa posting ini diberi judul Kotak Pos adalah karena fokus utama kita kali ini adalah kotak pos. Bila Anda pernah menonton film ini, Anda tentu tahu bahwa sang gadis yang bermimpi ingin jadi putri MEMBAWA SERTA KOTAK POS DARI RUMAHNYA DI DESA.
Waw, lalu bagaimana ibunya menerima surat kalau kotak posnya diselundupkan ke Jakarta seperti itu? Dan juga, saya baru tahu ada orang yang pindah rumah sambil membawa kotak posnya. Apakah semua orang membobol temboknya untuk mengambil kotak pos dan membawanya serta ke rumah barunya?
Memangnya di tempat kosnya tidak ada kotak surat? Siapa sih yang mau repot-repot naik tangga ke depan pintu kamarnya hanya untuk menaruh surat di kotak pos aneh berwarna kuning itu??? Tentunya hanya Geri itu...
Sinetron... sinetron...
Black Jack: Karte Sharaku
Black Jack adalah sebuah kartun Jepang (atau juga disebut anime) tentang seorang dokter bedah yang sangat ahli sampai-sampai kemampuannya diincar di seluruh penjuru dunia. Ia hidup di tepi tebing bersama seorang anak yang sebenarnya sudah berumur 18 tetapi badannya seperti anak kecil.
Di episode awal, teman pertama anak yang tinggal bersamanya, Sharaku, terjangkit penyakit mematikan (yang sayangnya saya lupa apa penyakitnya). Black Jack bersedia mengoperasi Sharaku dengan biaya 10 juta yen dan operasinya berjalan dengan sukses. Saat ia hendak pulang, ia tiba-tiba kembali dipanggil ke dalam untuk melakukan operasi terhadap Sharaku kembali.
Ternyata, saat sedang dibawa ke kamar pasien, beberapa medic yang sedang terburu-buru menabrak kasur di mana Sharaku berbaring sehingga jarum infusnya patah dan masuk ke dalam aliran darah.
Di sinilah dimulai hal yang tidak masuk akal. Semua orang yang belajar Biologi tentu tahu bahwa jantung memompa darah lebih dari satu kali dalam satu detik ke seluruh tubuh. Tetapi di episode ini, dikatakan bahwa "jarumnya bergerak dari daerah sikunya ke lengan atasnya dalam waktu 30 DETIK!"
Benar-benar tidak masuk akal. Dan kalau itu belum cukup, di episode ini diceritakan kegagalan Black Jack menghambat laju jarum tersebut (yang boleh dibilang SANGAT AMAT lambat) yang menyebabkan dia merasa bersalah terhadap kakak Sharaku. Ia membatalkan biaya yang ia berikan dan pulang ke rumahnya.
Esok harinya ia ditelpon pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa jarumnya keluar sendiri dari tempat ia masuk tanpa melukai bagian dalam tubuh Sharaku, dan kakaknya mengatakan bahwa "Bila seseorang sudah berusaha cukup keras, keajaiban akan terjadi".
Ya, boleh dibilang kata-kata ini sangat menggugah dan lalala... tapi coba pikirkan...
Laju darah tidak teratur. Tidak mungkin ujung jarum yang patah itu bisa berjalan dalam suatu jalur lurus tanpa menyimpang sedikitpun. Bahkan nadi yang cukup besar itu hanya berdiameter 2cm, bagaimana dengan kapilari yang notabene jauh lebih kecil? Bagaimana bisa jarum itu melewati kapilari tanpa melukainya?
Dan pertanyaan yang paling besar, bagaimana mungkin jarum itu keluar dengan ujung yang lebih tumpul terlebih dahulu? Bila ujung yang tajam keluar terlebih dahulu, bukankah itu berarti di dalam tubuhnya jarum itu sempat berputar dan berbalik arah? Mengapa tidak ada pembuluh darah yang terluka?
Benar-benar tidak masuk akal...
Di episode awal, teman pertama anak yang tinggal bersamanya, Sharaku, terjangkit penyakit mematikan (yang sayangnya saya lupa apa penyakitnya). Black Jack bersedia mengoperasi Sharaku dengan biaya 10 juta yen dan operasinya berjalan dengan sukses. Saat ia hendak pulang, ia tiba-tiba kembali dipanggil ke dalam untuk melakukan operasi terhadap Sharaku kembali.
Ternyata, saat sedang dibawa ke kamar pasien, beberapa medic yang sedang terburu-buru menabrak kasur di mana Sharaku berbaring sehingga jarum infusnya patah dan masuk ke dalam aliran darah.
Di sinilah dimulai hal yang tidak masuk akal. Semua orang yang belajar Biologi tentu tahu bahwa jantung memompa darah lebih dari satu kali dalam satu detik ke seluruh tubuh. Tetapi di episode ini, dikatakan bahwa "jarumnya bergerak dari daerah sikunya ke lengan atasnya dalam waktu 30 DETIK!"
Benar-benar tidak masuk akal. Dan kalau itu belum cukup, di episode ini diceritakan kegagalan Black Jack menghambat laju jarum tersebut (yang boleh dibilang SANGAT AMAT lambat) yang menyebabkan dia merasa bersalah terhadap kakak Sharaku. Ia membatalkan biaya yang ia berikan dan pulang ke rumahnya.
Esok harinya ia ditelpon pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa jarumnya keluar sendiri dari tempat ia masuk tanpa melukai bagian dalam tubuh Sharaku, dan kakaknya mengatakan bahwa "Bila seseorang sudah berusaha cukup keras, keajaiban akan terjadi".
Ya, boleh dibilang kata-kata ini sangat menggugah dan lalala... tapi coba pikirkan...
Laju darah tidak teratur. Tidak mungkin ujung jarum yang patah itu bisa berjalan dalam suatu jalur lurus tanpa menyimpang sedikitpun. Bahkan nadi yang cukup besar itu hanya berdiameter 2cm, bagaimana dengan kapilari yang notabene jauh lebih kecil? Bagaimana bisa jarum itu melewati kapilari tanpa melukainya?
Dan pertanyaan yang paling besar, bagaimana mungkin jarum itu keluar dengan ujung yang lebih tumpul terlebih dahulu? Bila ujung yang tajam keluar terlebih dahulu, bukankah itu berarti di dalam tubuhnya jarum itu sempat berputar dan berbalik arah? Mengapa tidak ada pembuluh darah yang terluka?
Benar-benar tidak masuk akal...
Those Who Defy All Logic
Blog ini adalah blog yang khusus dibuat untuk membahas kartun, buku, komik, novel atau film yang melanggar hukum alam atau tidak masuk akal. Akan disebutkan bagian mana yang tidak masuk akal dan mengapa, disertai penjelasan singkat tentang hal bersangkutan supaya pembaca bisa mengerti.
Semoga dengan membaca posting-posting di blog ini Anda sekalian juga bisa turut mengetahui bahwa banyak sekali hal-hal yang melanggar hukum alam di sekeliling kita. Posting akan ditambahkan bila saya menemukan episode atau bagian yang tidak masuk akal lagi.
Semoga dengan membaca posting-posting di blog ini Anda sekalian juga bisa turut mengetahui bahwa banyak sekali hal-hal yang melanggar hukum alam di sekeliling kita. Posting akan ditambahkan bila saya menemukan episode atau bagian yang tidak masuk akal lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)
