Saat diberitahu tentang blog yang saya buat ini, teman saya mengusulkan agar saya menonton sinetron Indonesia dan menjadikannya sumber inspirasi blog ini. Karenanya, kemarin sewaktu saya pergi refleksi kaki di daerah Muara Karang saya menonton sinetron berjudul Cahaya untuk menghabiskan waktu.
Satu komentar: suaranya Letto khas banget yah. Sekali denger soundtracknya saya langsung tahu loh itu yang nyanyi Letto, padahal saya jarang denger lagu Letto. Cuma tau yang Penjaga Hati dan Ruang Rindu. Hahah.
Okeh, lanjut ke ceritanya. Karena cuma nonton satu episode, jangan nge-expect saya tahu jalan cerita persisnya sinetron ini. Yang saya tahu, ada satu cewek namanya Cahaya, yang kerja sebagai pembantu. Majikannya namanya Talitha dan Erwin. Katanya sih Talitha itu egois, tapi akhirnya dia dewasa. Erwin suka sama cewek bar dan nggak disetujui. Nenek Cahaya napsu menyomblangi cucunya itu sama cowok yang namanya Raka. Bapaknya Cahaya dikejar-kejar preman judi en preman germo yang mo ngerebut balik si Cahaya yang katanya dah dibeli ma dia. Waw.
Pertanyaan... mungkin memang aneh buat saya yang cuma nonton satu episode doang tapi ngga aneh buat yang dah nonton dari awal. Kalo memang si Cahaya itu miskin sampe mesti kerja jadi pembantu en bapaknya sampe harus ngutang sana ngutang sini, gmana caranya dia kuliah? Waw...
Yang kedua, begitu saya mulai nonton, si Raka dengan santainya berkata "Gua nggak mau tahu yang jelas mulai sekarang lu pacar gw". Perubahan suara menandakan bahwa Cahaya sedang bicara dalam hati dan dia berkata "Akhirnya aku pacaran sama Raka".
Besoknya, saat melihat Talitha menangis karena dia tidak bisa mendapatkan Raka, Cahaya datang da berkata bahwa "Saya akan menyudahi pacaran saya dengan Raka meskipun saya tidak tahu pacaran itu apa".
Loh, kalo ngga tahu, kenapa bisa komentar kaya gitu???
Sepertinya dunia sinetron sekarang bikin skriptnya nggak pake mikir dulu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar