Black Jack adalah sebuah kartun Jepang (atau juga disebut anime) tentang seorang dokter bedah yang sangat ahli sampai-sampai kemampuannya diincar di seluruh penjuru dunia. Ia hidup di tepi tebing bersama seorang anak yang sebenarnya sudah berumur 18 tetapi badannya seperti anak kecil.
Di episode awal, teman pertama anak yang tinggal bersamanya, Sharaku, terjangkit penyakit mematikan (yang sayangnya saya lupa apa penyakitnya). Black Jack bersedia mengoperasi Sharaku dengan biaya 10 juta yen dan operasinya berjalan dengan sukses. Saat ia hendak pulang, ia tiba-tiba kembali dipanggil ke dalam untuk melakukan operasi terhadap Sharaku kembali.
Ternyata, saat sedang dibawa ke kamar pasien, beberapa medic yang sedang terburu-buru menabrak kasur di mana Sharaku berbaring sehingga jarum infusnya patah dan masuk ke dalam aliran darah.
Di sinilah dimulai hal yang tidak masuk akal. Semua orang yang belajar Biologi tentu tahu bahwa jantung memompa darah lebih dari satu kali dalam satu detik ke seluruh tubuh. Tetapi di episode ini, dikatakan bahwa "jarumnya bergerak dari daerah sikunya ke lengan atasnya dalam waktu 30 DETIK!"
Benar-benar tidak masuk akal. Dan kalau itu belum cukup, di episode ini diceritakan kegagalan Black Jack menghambat laju jarum tersebut (yang boleh dibilang SANGAT AMAT lambat) yang menyebabkan dia merasa bersalah terhadap kakak Sharaku. Ia membatalkan biaya yang ia berikan dan pulang ke rumahnya.
Esok harinya ia ditelpon pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa jarumnya keluar sendiri dari tempat ia masuk tanpa melukai bagian dalam tubuh Sharaku, dan kakaknya mengatakan bahwa "Bila seseorang sudah berusaha cukup keras, keajaiban akan terjadi".
Ya, boleh dibilang kata-kata ini sangat menggugah dan lalala... tapi coba pikirkan...
Laju darah tidak teratur. Tidak mungkin ujung jarum yang patah itu bisa berjalan dalam suatu jalur lurus tanpa menyimpang sedikitpun. Bahkan nadi yang cukup besar itu hanya berdiameter 2cm, bagaimana dengan kapilari yang notabene jauh lebih kecil? Bagaimana bisa jarum itu melewati kapilari tanpa melukainya?
Dan pertanyaan yang paling besar, bagaimana mungkin jarum itu keluar dengan ujung yang lebih tumpul terlebih dahulu? Bila ujung yang tajam keluar terlebih dahulu, bukankah itu berarti di dalam tubuhnya jarum itu sempat berputar dan berbalik arah? Mengapa tidak ada pembuluh darah yang terluka?
Benar-benar tidak masuk akal...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar