Mengejar Matahari adalah film kisah persahabatan 4 orang laki-laki yang telah berteman sejak mereka kecil karena mereka sama-sama tinggal di daerah rusun Kebon Kacang, Tanah Abang. Mereka adalah Ardi, anak seorang polisi, Damar, anak yang suka berkelahi, Apin, anak yang terobsesi menjadi sutradara (seperti iklan rokok itu) dan Nino yang paling dewasa dan anak orang kaya.
Cerita ini dimulai ketika mereka masih kecil. Mereka melihat seorang berandalan di daerah itu, bernama Obet (jelek amat) membunuh seseorang dan melaporkannya ke polisi. Karena hal tersebut, Obet menjadi dendam terhadap mereka ber4 dan membunuh Apin. Karena marah, Damar menghabiskan semua uang tabungannya untuk membeli pistol dan balas membunuh Obet. Akhirnya ia dipenjara dan Ardi masuk ke sekolah polisi. Setelah Ardi kembali, Nino justru akan pergi kuliah di Amerika. Cerita ini berakhir saat Nino dan Ardi kembali berlari mengelilingi kompleks rusun mereka, melakukan suatu permainan yang mereka sebut "Mengejar Matahari".
Di cerita ini ada banyak sekali hal-hal yang tidak masuk akal, dan akan saya jelaskan satu per satu.
Di film ini diceritakan bahwa Ardi jatuh hati pada saudara jauh Apin yang yatim piatu dan tinggal sendirian. Banyak sekali adegan mereka bersama-sama, dan ada satu adegan di mana Damar berdekatan dengan gadis bernama Rara itu.
Tiba-tiba, Damar melihat Ardi bermesraan dengan Rara dan bertengkar dengan Ardi. Karena hal itu persahabatan mereka hancur. Hal yang aneh adalah hubungan Damar dengan Rara yang sangat amat tidak jelas karena tidak digambarkan sejak awal. Tiba-tiba saja ia juga jatuh hati pada Rara. Tentu saja hal ini terkesan dipaksakan demi kehancuran persahabatan mereka ber4.
Yang kedua, ke4 sahabat ini bertemu dengan Obet yang telah keluar dari penjara dan diserang olehnya. Tentu saja mereka balas melawan. Setelah selesai berkelahi, Ardi mengunjungi Rara dan Rara merawat luka memarnya. Rara meminta agar Ardi tidak berkelahi dengan Obet lagi, dan saat Ardi mengatakan hal tersebut tidak mungkin, Rara malah memaksa Ardi berjanji untuk tidak berkelahi dengan Obet lagi sambil mengatakan "Kenapa tidak mungkin? Kamunya yang tidak berusaha kali." Ia juga mengatakan "Aku tidak mau melihat kamu seperti ini lagi."
Hello, hello... di mana logikamu, manis? Ardi DISERANG oleh Obet, bukan MENGAJAK BERANTEM Obet. Bila ia tidak balas melawan saat diserang oleh Obet, bukankah keadaan ia akan LEBIH PARAH daripada itu?
Yang ketiga adalah yang paling aneh. Di sepertiga akhir cerita, diceritakan bahwa Obet membunuh Apin yang sedang berjalan sendirian di malam hari. Beberapa hari berlalu (mereka sempat berkabung untuk Apin dan bapak Ardi sempat memberikan handycam Apin padanya) tetapi polisi TIDAK MENANGKAP Obet karena telah membunuh Apin padahal mereka ber3 tahun betul yang membunuhnya adalah Obet.
Karena marah, Ardi melanggar janjinya dengan Rara dan berkelahi dengan Obet lagi bersama dengan Nino. Damar yang marah membeli pistol (seperti telah disebutkan di atas) dan melakukan headshot terhadap Obet (benar-benar mengenai kepalanya). Ia lalu berlari pulang ke rumahnya, dan langsung disusul oleh Ardi dan Nino.
Nah, di sini belum terdengar aneh. Coba dengarkan sisa kisahnya.
Damar berlari diikuti Ardi dan Nino. Ia tiba di rumahnya dan berlari masuk ke kamarnya. Ia sempat stress karena ia telah membunuh orang. Tiba-tiba scene berganti dan menunjukkan bahwa POLISI SUDAH TIBA dan orang-orang banyak berkumpul di dekat rumahnya untuk melihat Damar digiring oleh polisi padahal ARDI DAN NINO BELUM JUGA TIBA.
Waw. Hanya ada 3 penjelasan: 1) polisinya dendam pada Damar sehingga mereka sudah stand-by untuk menangkap Damar padahal TIDAK ADA YANG MEMBERITAHU MEREKA BAHWA DAMAR MEMBUNUH! 2) Ardi dan Nino masih terbengong selama satu jam setelah Damar membunuh Obet dan berlari pulang, dan 3) Ardi dan Nino mampir dulu ke Pasar Tanah Abang untuk belanja baju. Your choice...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar